cxcxcxc
Tuesday, March 18th, 2008
By kurniawan santoso
Sore ini ada percakapan menarik di kantor, ketika ada teman yang membandingkan enakan mana jadi Presiden atau Presiden Direktur. Secara “Basic Salary”, tentu saja presiden direktur perusahaan multinasional atau BUMN lebih tinggi disbanding “Basic Salary” seorang presiden. Namun jangan ditanya mengenai “Take Home Pay”, karena seorang walikota pun bisa memiliki Take Home Pay yang lebih besar dibanding Presiden Direktur BUMN!
(more…)
Posted in My and my friends' articles | No Comments »
cxcxcxc
Sunday, March 16th, 2008
Noodle is certainly one of the most favorite foods for Indonesian people. Its very simple to cook a cup of noodle. No need special expertise, and it is cheap. Actually, as the main food of Indonesian is rice, noodle is just a complimentary. But as its can give the feeling of “full” after eating it, then many people start enjoying noodle as substitute of rice.
For those who live outside Indonesia consuming noodle also one of the trick to less spend on food, as ordinary food is expensive, especially for students who have only limited budget. But, it is hard to find noodle, especially Indonesian made noodle. Not so many that can be brought when they just came back from Indonesia.
(more…)
Posted in My and my friends' articles | No Comments »
cxcxcxc
Sunday, March 16th, 2008
Peraturan Presiden RI No 112 Tahun 2007 tentang Perpasaran, dimana di dalamnya (Pasal 8 - 11) mengatur hubungan antara Pemasok (Supplier) dengan Toko Modern (Key Account). Inti dari Perpres ini yang mungkin relevan dengan bisnis kita:
- Pemerintah dapat menjadi fasilitator jika terjadi ketidak sepakatan dalam negosiasi Trading Term (Pasal 11). Ini merupakan kemajuan yang sangat bagus, mengingat selama ini kebuntuan dalam negosiasi seringkali berakhir dengan mengikuti kemauan Toko Modern. Pasal ini memang perlu aturan tambahan tentang prosedur, klausul dan Badan Pemerintah apa yang akan terlibat sebagai 3rd party dalam negosiasi Pemasok dan Toko Modern.
- Perpres ini juga menaungi aturan tentang Listing Fee, Retur barang, Service Level, DSO, dan jenis-jenis biaya yang diperbolehkan dalam trading term (yaitu: Regular Discount, Fixed Rebate, Conditional Rebate, Promo Discount, Promo Budget, DC Cost, dan Listing Fee). (Pasal 8). Luar biasa, sangat “down to earth” dengan kita kita yang di KAM ya.. kita tunggu aja ya aturan tambahan yang jadi guidance pelaksanaan Perpres ini.
- Sanksi (Pasal 17) atas beberapa Pasal dalam Perpres ini adalah berupa Peringatan, Pembekuan, bahkan Pencabutan Izin Usaha.
File Perpres 112 Tahun 2007 (Bi lingual)
Posted in Key Account Management, My and my friends' articles, Retail News and Informations | No Comments »
cxcxcxc
Sunday, March 16th, 2008
Java Jazz Festival (JJF) 2008 was so awesome! This yearly events now get more popularity in Indonesia. Both me, and my wife agree that this event is one of the “must have” in every year. For the price of daily ticket IDR 500,000 (around 50USD), its very cheap that we can get so many world-class performance. It’s luckier for me as I got Buy 1 get 1 for this show!!
(more…)
Posted in Jazz lover, My and my friends' articles | 1 Comment »
cxcxcxc
Saturday, March 15th, 2008
Below is field report from my colleague in JNJ Indonesia, Archita Logiana after spent 1 day as a SPG in one of the hypermarket in South Jakarta:
Actually this idea is proposed by my beloved mentor who create this site: Kurniawan Santoso. He;s my mentor, work partner, brother and my friend. He insist that I must being a SPG at least one day to enrich my experience.
And I said OK ….
At 7.00 a clock I come to the store. And receive 1 message from the owner of this site.
‘ Relax bro… I’m sure this day will terrific and have fun’
Guess what?? It’s true man… the experience is amazing. I will share my experience:
- Each SPG treat as a thieve.
Yup…. That’s for sure… lo bakal dicek body tiap keluar masuk dan tiap barang bawaan lo bakalan “ditandain”. Iya ditandain…. Gw terkaget - kaget waktu blush on Borjouis gw mau ditandatangan sama satpamnya pake spidol atau lipstik Lancome gue yang ditempel pake stiker dan dicap. Langsung ajah gw teriak dan menahan si bapak satpam. Trus badan lo bakal digerepe - gerepe gitu setiap lo mau keluar masuk. Yang nggerepe si sesama cewe atau sesame cowo. Dan pada saat itu terlintas gitu di benak gw ” Keenakan amat ni kalo cowok pasti aji mumpung”
- Store used all SPG that we paid as ‘their SPG’
Serius gw… lo bayangin aja… kan kita ( principle yang bayar) tapi di pagi hari… yang disuruh mengupdate harga promosi dan membersihkan rak yang mereka sewakan ke kita itu ya SPG kita. Ehmm… ok ok… “mereka” disini merujuk kepada Supermarket dan ‘Kita’ adalah principle yang punya barang disitu dan membayar SPG.
- Planogram effect by seniority among SPG & relations with afficer store.
Memang sih sudah ada planogram “resmi” yang ditentukan oleh pusat, tetapi eksekusi planogram yang “kita inginkan” bisa dibuat di level toko.
Jangan dipikir kantor aja yang punya senioritas supermarket juga punya bow.. semakin lama dia disitu semakin berkuasa SPG itu untuk mengubah “facing” dan menambah “tier” di rak mereka. Berbahagialah pada merek - merek yang sudah mempunyai para dedengkot SPG di supermarketnya masing- masing. Gampang loh ngubah - ngubah planogramnya.
Relationship juga berpengaruh sekali SPG harus punya sifat centil dan merayu kepada para staff toko. Apalagi kalau SPGnya cantik dan bahenol… wuah.. urusan akan tambah mudah. Heheheh…. Tapi si SPG teteup… harus punya komitmen yang tinggi untuk terus meminta dan agak sedikit memaksa (dengan rayuan maut dan gerakan manja).
- Competitor always do the observations
Gw emang udah tau siy kalo competitor selalu mengintai tetapi… gw merasakannya sendiri niy… tiba- tiba gw dicolek sama seorang ibu - ibu. Begini ceritanya.
Pemata - mata: dengan nada berbisik ” mbak bisa tolongin saya nggak”
SPG Archita : dengan bloon dan ramah ” Ow ya mbak .. apa yang bisa saya bantu?”
Pemata - mata: ” Tolong cek in harga dong?”
SPG Archita: mengernyit bingung ” Iya mbak….” Dan melihat sebuah kertas yang berisi list barang - barang produk yang mau dicek harganya. Buset.. banyak amat piker gw.. males banget.. masa gw suruh ngecek barang sebanyak ini agak curiga juga siy. Akhirnya gw memutuskan untuk berkata ” Nggak ah mbak saya takut ntar saya yang kena emang mbak darimana siy?”
Pemata- mata: ” ehmm…. Ca*****” whisch is: competitornya…
SPG Archita : terdiam dan bengong.
- There is no one want to be SPG
Ini yang membuat gw sedih. Kebanyakan dari mereka lulusan SMA dan berasal dari SES C- . Hal ini membuat gw tersadar emang bener tuh yang sering digembar - gemborkan bahwa 70% dari rakyat Indonesia dijerat kemiskinan dan pendidikan yang kurang layak. Kalo bisa milih mereka juga ga mau jadi SPG pengen bisa sekolah lagi pengen kerja kantoran pengen bisa hidup enak… . Gw ngeliat abis makan siang mereka ngerapiin dandanannya dengan make up yang seadanya dan hampir abis. Serius deh.. eye shadow dan blush on bener - bener dipake sampe habis dan tinggal bubuk - bubuk gitu… Kuas make up-nya juga yang kasar banget meninggalkan rasa yang tidak nyaman ketika menyentuh kulit.Stokingnya juga dipake sampe robek - robek. Pokoknya gw sedih banget deh… Gw jadi terpacu untuk merealisasikan pesan dosen gw di Prasetya Mulya ” Saya lebih senang kalau anak didik saya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Karena hidup akan lebih bermakna dibandingkan ketika kamu mencapai posisi CEO sekalipun di perusahaan sekeren apapun” . Hikss… iya pak saya akan berusaha membuat perkataan bapak terealisasi… cia yo….
Sekian report dari saya. See you at the next article……
Posted in My and my friends' articles, Retail News and Informations | 1 Comment »