Its all about Key Account Management
www.kurniawansantoso.com

SPG Sehari : so muuuch FUN!!!

 Below is field report from my colleague in JNJ Indonesia, Archita Logiana after spent 1 day as a SPG in one of the hypermarket in South Jakarta:

Actually this idea is proposed by my beloved mentor who create this site: Kurniawan Santoso. He;s my mentor, work partner, brother and my friend. He insist that I must being a SPG at least one day to enrich my experience.

And I said OK ….

At 7.00 a clock I come to the store. And receive 1 message from the owner of this site.

‘ Relax bro… I’m sure this day will terrific and have fun’

Guess what?? It’s true man… the experience is amazing. I will share my experience:

  1. Each SPG treat as a thieve.

Yup…. That’s for sure… lo bakal dicek body tiap keluar masuk dan tiap barang bawaan lo bakalan “ditandain”. Iya ditandain…. Gw terkaget - kaget waktu blush on Borjouis gw mau ditandatangan sama satpamnya pake spidol atau lipstik Lancome gue yang ditempel pake stiker dan dicap. Langsung ajah gw teriak dan menahan si bapak satpam. Trus badan lo bakal digerepe - gerepe gitu setiap lo mau keluar masuk. Yang nggerepe si sesama cewe atau sesame cowo. Dan pada saat itu terlintas gitu di benak gw ” Keenakan amat ni kalo cowok pasti aji mumpung”

  1. Store used all SPG that we paid as ‘their SPG’

Serius gw… lo bayangin aja… kan kita ( principle yang bayar) tapi di pagi hari… yang disuruh mengupdate harga promosi dan membersihkan rak yang mereka sewakan ke kita itu ya SPG kita. Ehmm… ok ok… “mereka” disini merujuk kepada Supermarket dan ‘Kita’ adalah principle yang punya barang disitu dan membayar SPG.

  1. Planogram effect by  seniority among SPG & relations with afficer store.

Memang sih sudah ada planogram “resmi” yang ditentukan oleh pusat, tetapi eksekusi planogram yang “kita inginkan” bisa dibuat di level toko.

Jangan dipikir kantor aja yang punya senioritas supermarket juga punya bow.. semakin lama dia disitu semakin berkuasa SPG itu untuk mengubah “facing” dan menambah “tier” di rak mereka. Berbahagialah pada merek - merek yang sudah mempunyai para dedengkot SPG di supermarketnya masing- masing. Gampang loh ngubah - ngubah planogramnya.

Relationship juga berpengaruh sekali SPG harus punya sifat centil dan merayu kepada para staff toko. Apalagi kalau SPGnya cantik dan bahenol… wuah.. urusan akan tambah mudah. Heheheh…. Tapi si SPG teteup… harus punya komitmen yang tinggi untuk terus meminta dan agak sedikit memaksa (dengan rayuan maut dan gerakan manja).

  1. Competitor always do the observations

Gw emang udah tau siy kalo competitor selalu mengintai tetapi… gw merasakannya sendiri niy… tiba- tiba gw dicolek sama seorang ibu - ibu. Begini ceritanya.

Pemata - mata: dengan nada berbisik ” mbak bisa tolongin saya nggak”

SPG Archita   : dengan bloon dan ramah ” Ow ya mbak .. apa yang bisa saya bantu?”

Pemata - mata: ” Tolong cek in harga dong?”

SPG Archita: mengernyit bingung ” Iya mbak….” Dan melihat sebuah kertas yang berisi list barang - barang produk yang mau dicek harganya. Buset.. banyak amat piker gw.. males banget.. masa gw suruh ngecek barang sebanyak ini agak curiga juga siy. Akhirnya gw memutuskan untuk berkata ” Nggak ah mbak saya takut ntar saya yang kena emang mbak darimana siy?”

Pemata- mata: ” ehmm…. Ca*****” whisch is: competitornya…

SPG Archita : terdiam dan bengong.

  1. There is no one want to be SPG

Ini yang membuat gw sedih. Kebanyakan dari mereka lulusan SMA dan berasal dari SES C- . Hal ini membuat gw tersadar emang bener tuh yang sering digembar - gemborkan bahwa 70% dari rakyat Indonesia dijerat kemiskinan dan pendidikan yang kurang layak.  Kalo bisa milih mereka juga ga mau jadi SPG pengen  bisa sekolah lagi pengen kerja kantoran pengen bisa hidup enak… . Gw ngeliat abis makan siang mereka ngerapiin dandanannya dengan make up yang seadanya dan hampir abis. Serius deh.. eye shadow dan blush on bener - bener dipake sampe habis dan tinggal bubuk - bubuk gitu… Kuas make up-nya juga yang kasar banget meninggalkan rasa yang tidak nyaman ketika menyentuh kulit.Stokingnya juga dipake sampe robek - robek. Pokoknya gw sedih banget deh… Gw jadi terpacu untuk merealisasikan pesan dosen gw di Prasetya Mulya ” Saya lebih senang kalau anak didik saya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Karena hidup akan lebih bermakna dibandingkan ketika kamu mencapai posisi CEO sekalipun di perusahaan sekeren apapun” . Hikss… iya pak saya akan berusaha membuat perkataan bapak terealisasi… cia yo…. 

Sekian report dari saya. See you at the next article……

  1. One Response to “SPG Sehari : so muuuch FUN!!!”

  2. By Kurniawan Santoso on Mar 18, 2008 | Reply

    Wah luar biasa pengalaman Acit nih, pasti sangat berkesan ya. Yang jelas jadi mengerti kan kondisi spg yang sebenarnya..

You must be logged in to post a comment.